Selasa, 31 Mei 2016

"Wow! Pemain Baseball Dunia Ini Ternyata Kelahiran Bontang"

     Tak ada yang menyangka, remaja kelahiran Bontang bisa mengukir tinta sejarah dunia. Adalah Tom Mastny, sosok inspiratif itu.

     Lewat olahraga baseball, Mastny sapaannya menjadi orang Indonesia pertama yang mampu menembus ketatnya persaingan di liga profesional baseball Amerika atau Major League Baseball (MLB). Bahkan, lantaran lahir di Kota Taman, Mastny tercatat sebagai satu dari 20 atlet internasional baseball profesional terbaik dari luar Amerika yang punya karir cemerlang di Negeri Paman Sam.


     Predikat itu sendiri disematkan kepadanya pada 2006 lalu oleh MLB lantaran menjadi satu-satunya pemain kelahiran Indonesia dalam sejarah olahraga itu. Saking penasarannya, Society for American Baseball bahkan sempat menghubungi keluarga Mastny untuk mengkonfirmasi kebenaran tempat kelahiran sang atlet.

      Meski berdarah warga negara asing (WNA), nama Indonesia, khususnya Bontang, tak bisa lepas dari jati diri pria yang lahir pada 4 Februari 1981 ini. Sayang, tidak ada rekam jejak Mastny yang bisa diungkap selama menghabiskan masa kecil di Bontang. Pun, belum banyak sumber yang lebih menerangkan profil keluarga hingga kewarganegaraan Mastny.

       Meski begitu, perjalanan Mastny sebagai atlet baseball profesional pertama dari Tanah Air bisa ditengok dari pelbagai kanal informasi olahraga luar negeri. Nama lengkapnya adalah Thomas Raymond Mastny. Di baseball, Mastny bermain sebagai seorang pitcher (pelempar). Meski lahir di Bontang, Mastny justru dibesarkan di Zionsville, Indiana, Amerika. Di sana, Mastny disebut-sebut pernah bermain untuk Zionsville Community High School. Nah, debut MLB yang dilakukan Mastny punya sisi menarik; dia justru bermain dengan orang-orang Indian, suku asli Amerika.

       Dalam catatan MLB, itu terjadi 10 tahun lalu pada 25 Juli di Indians Cleveland dan bertahan dari musim 2006 hingga 2008. Mastny kemudian hijrah ke Negeri Sakura, Jepang, untuk bergbung di Yokohama BayStar pada 2009. Belakangan, Mastny kembali lagi ke MLB untuk bermain di Florida Marlins. Di dunia baseball, Mastny dijuluki "Mr Nasty". Prestasinya di salah satu olahraga populer Amerika itu adalah ketika didapuk sebagai Pitcher of the Year di MLB pada 2003 lalu.

Sumber : klikbontang.com

#Respect
#SoftballLife
#BaseballLife

"Indonesia Bakal Gelar Turnamen Baseball se-Asia"

     Besarnya populasi masyarakat Indonesia menjadi alasan utama Baseball Federation of Asia (BFA) menunjuk Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) sebagai penyelengara Tournament Asian Cup Estern Division ke-11 yang akan dihelat pada Mei 2015.

     Tournament itu akan digelar di Jakarta dan diikuti oleh lima negara yakni Srilangka, Flipina, Hongkong, Singapura dan Thailand. Presiden Baseball Federation of Asia, Mr.Tom Peng, kepada wartawan mengatakan Indonesia mempunyai kesempatan besar mengembangkan olahraga tersebut sehingga harus banyak digelar turnamen.

     "Indonesia sangat cocok mengembangkan olahraga baseball jauh lebih luas. untuk itu BFA percaya dengan menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah. Dengan menjadi tuan rumah maka akan membantu perkembangan Baseball yang juga menjadi bagian penting dari perkembangan Baseball di Indonesia," kata Tom Peng.

     "Selain itu keseriusan Indonesia mempersiapakan diri sebagai tuan rumah menjadi alasan kami lainnya. Itulah kenapa BFA sangat percaya Indonesia bisa sukses menyelengarakan turnamen ini," tambahnya.

     Sementara itu, Ketua Perbasasi, Syahrier Nawier, mengakui bahwa pihaknya sudah melakukan persiapan matang demi terlaksananya turnamen itu dengan sukses. Lanjutnya, Perbasasi akan bekerja keras untuk menyiapkan segala sesuatunya sehingga para peserta bisa nyaman selama mengikuti turnamen.

     "Malam ini, teman-teman kami di Perbasasi akan kembali melakukan rapat untuk lebih menyiapkan segala sesuatunya. Kami sudah siap menggelar turnamen ini meski persiapan kami hanya satu bulan," tukasnya.

Sumber : inilah.com

#Respect
#SoftballLife
#BaseballLife

"Belum Terkalahkan, Tim U-12 Indonesia Cetak Sejarah"


     Tim Indonesia Little League Baseball Softball mengikuti Asia Pacific Middle East Tournament di Clark Zone Phillipine, Filipina. Dalam turnamen yang digelar sejak 29 Juni hingga 8 Juli itu, Tim Indonesia Baseball mengirim 8 tim terbaiknya. Di antaranya 4 tim anak-anak Indonesia terpilih, yaitu Major U-12, Major U-13, Junior U-14, Senior U-15, dan Big U-16. Kemudian ikut serta juga 4 tim Softball putri.

    Prestasi gemilang diraih anak-anak Indonesia dalam kejuaraan ini. Tim U-12 Indonesia berhasil memenangkan pertandingan di tiga game berturut-turut. Menurut Koordinator Liga Major Garuda Baseball Softball Club (GBSC), Renville, kepada Liputan6.com, Rabu (3/7/2013) malam, pada hari pertama setelah acara pembukaan, Indonesia berhasil mencukur tuan rumah Filipina 10-0.

     Di game kedua, Indonesia bertemu Hong Kong. Kali ini pertandingan berjalan ketat, karena Hong Kong termasuk tim kuat. Namun, Indonesia akhirnya berhasil memenangkan laga dengan skor 4-2. Di hari ketiga, tim U-12 Indonesia kembali menunjukkan keperkasaannya setelah menundukkan tim Guam 6-2. 

     Pertandingan berikutnya, Kamis 4 Juli ini, Indonesia akan bertemu Uni Emirat Arab (UEA) dan Jumat 5 Juli keesokan harinya akan melawan Singapura.

     "Sampai hari ketiga hanya Tim U-12 Indonesia yang belum terkalahkan. Ini merupakan sejarah bagi tim Indonesia menang berturut-turut secara meyakinkan di tiga game pertama," kata Renvielle. 

    Menurut Renville, jika besok Indonesia menang lawan UEA hampir dipastikan masuk final. "Dan, seandainya keluar sebagai juara, kita akan mewakili Asia Pacific dan Middle East ke Texas, Amerika Serikat," ujarnya. "Semoga para pahlawan muda ini sukes membawa harum nama Indonesia," imbuhnya.

     Dalam turnamen ini, tim U-12 Indonesia masuk pool atau grup A bersama Hong Kong, Indonesia, Guam, Uni Emirat Arab, Singapura, dan Filipina. Sedangkan grup B diisi China Taipe, Korea, Arab Saudi, India, New Zealand, dan Thailand. "Jadi, kejuaraan U-12 ini diikuti 12 tim," ujar Renville.

Sumber : liputan6.com

#Respect
#SoftballLife
#BaseballLife

"Hebat, Nenek 105 Tahun Masih Bisa Main Baseball"

     Untuk mencapai usia 90 tahun dengan kondisi sehat dan bugar sepertinya sulit di zaman sekarang. Namun tidak dengan Agnes McKnee. Untuk merayakan hari jadinya ke 105 tahun ia malah melakukan lemparan pertama dalam pertandingan baseball di taman Petco Park, San Diego, Amerika Serikat.

   

    Dengan menggunakan jersey baseball  bernomor 105, sesuai usianya, dengan semangat McKee melemparkan bola baseball dalam pertandingan Padre. "Ini saat yang sangat menyenangkan, saya bangga mampu melakukan ini," tutur McKee seperti dilansir Huffington Post, Rabu (21/7/2014).

     Dibandingkan baseball atau olahraga lainnya, McKee sebenarnya lebih menyukai bidang lain seperti kesenian, permainan bridge dan classic martini. Namun, demi suaminya yang sudah meninggal enam tahun lalu yang menyukai baseball ia melakukan ini. "Suamiku pasti akan bangga disana," tutur Mckee seperti dilansir Daily Mail, Rabu (23/7/2014).

      Semangat McKee untuk terus aktif di usia senja jadi inspirasi banyak orang. Dulu, saat usianya 101 tahun, ia aktif di kelas ballroom dancing, juga suka bermain Wii virtual bowling dan ski diving. Hebat!

Sumber : liputan6.com

#Respect
#SoftballLife
#BaseballLife

"Menanti Kiprah 4 Bocah Ajaib Indonesia di Pentas Baseball"

     Di Indonesia, olahraga baseball kalah populer dari sepak bola. Olahraga ini sangat populer di Amerika Serikat, Inggris dan kawasan Asia Timur.


     Meski demikian, bukan berarti baseball tidak memiliki penggemar di Indonesia. Buktinya ada empat bocah ajaib Indonesia yang sudah bergelut dalam permainan yang dimainkan sembilan orang per timnya ini selama delapan tahun.

     Empat bocah ajaib yang dimaksud itu adalah Akmal, Azraf, Enzo dan Sandi yang merupakan pemain pindahan dari Bandung tahun 2011. "Mereka termasuk anak saya sudah berlatih baseball bersama tim Garuda di Senayan sejak usia lima tahun," ucap Rico, ayah akmal.

     "Mereka lebih tertarik dengan baseball ketimbang olahraga lainnya. Sebab, baseball merupakan olahraga yang mengandalkan kerja sama tim ketimbang kemampuan individu," dia menambahkan.

Sumber : liputan6.com

#Respect
#SoftballLife
#BaseballLife

"Momen Bangkitnya Wonderkid Indonesia di Garuda Marathon Baseball"

     Sebuah ajang pencarian pemain-pemain muda baseball berbakat, digelar di Jakarta mulai 6 hingga 7 Juni 2015 di lapangan Senayan, Jakarta. Turnamen yang bersifat invitasi ini, dikhususkan untuk kategori U-18. 


     Turnamen bertajuk "Garuda Marathon Baseball Game 2015" ini, diikuti 4 tim. 3 klub di antaranya berasal dari Jakarta, yakni Gladiator, Garuda Merah dan Eagle. Dan, satu tim lainnya, Rusa Hitam, dari Bandung. 

     Menurut ketua panitia, Febry Darmansyah, seperti penyelenggaraan lainnya, turnamen yang digelar secara marathon ini, dimaksudkan untuk mencari bibit-bibit unggul pemain muda baseball, khususnya di Jakarta, dan umumnya di Indonesia. "Ini adalah ajang seleksi tidak formal," kata Febry kepada Liputan6.com, Sabtu (6/6/2015).


     Febry menilai untuk "mencetak" pemain baseball yang handal, perlu adanya pembinaan sejak muda atau usia dini. Dan, momen ini merupakan sarana yang tepat untuk mencari atlet-atlet terbaik. "Penilaian dan evaluasinya akan kita serahkan kepada Pengprov Perbasasi," kata Febry.

Sumber : liputan6.com

#Respect
#SoftballLife
#BaseballLife

"Tim Sofball Garuda Jakarta Frisian Flag Menang Karena Blunder"

     Tim sofbol Garuda Jakarta Frisian Flag keluar sebagai juara pertama Liga Sofbol Indonesia IV/2010 setelah menundukkan Prambors 7-4 pada laga final di Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/10). Kemenangan itu tak lepas dari kesalahan Prambors dalam memasang pitcher di inning pertama.

     Dalam pertandingan di Lapangan Sofbol Lodaya, penentu kemenangan Garuda sudah muncul sejak inning pertama sewaktu mereka berhasil meloloskan enam pelari, yaitu Ahsya Darwis, Gunawan Pramono, Toni Pratono, Riska Ru’yat, Heru Apriliani, dan Rizky Nasution. Para pemain Garuda memanfaatkan kesalahan pemain Prambors dalam mengoper bola dan mencuri setiap kesempatan yang ada.

    Prambors yang memasang Teuku Ridwan sebagai pitcher di awal permainan harus membayar mahal karena lemparannya sudah terbaca pemain Garuda sehingga gampang dipukul. Pertengahan inning pertama, Ridwan diganti Leo Bareddo yang bermain hingga pertandingan berakhir.

    ”Ridwan memang sengaja dipasang agar Leo bisa beristirahat dan memulihkan tenaga. Awalnya Ridwan hanya direncanakan untuk satu atau dua inning, tetapi keadaan memburuk pada inning pertama sehingga langsung diganti,” ujar Pelatih Prambors Muhamad Setiabudi, Minggu.

     Hal serupa diungkapkan Pelatih Garuda Iwan Jarot. Timnya sudah sering menghadapi Prambors dan mengetahui gaya permainan Ridwan. Mereka mengaku diuntungkan dengan kesalahan Prambors yang terlambat mengganti pelempar.

     Mimpi buruk Prambors pada inning pertama sempat terbalaskan sewaktu mereka ganti memukul karena bisa meloloskan Bambang Dwitama, Mejia Ulysses, dan Apolonio Rosales.

    ”Sebetulnya ini kemenangan ketiga karena saya menjadi pelatih Prambors sewaktu menjuarai LSI I/2007, Citramuda pada LSI III/2009, dan tahun ini,” kata Iwan.

     Dalam pertandingan lain, Smanda Lampung keluar sebagai juara ketiga setelah mengalahkan Gorgeous, 5-4.

Sumber : informasiolahragaterkini.wordpress.com

#Respect
#SoftballLife
#BaseballLife