Selasa, 31 Mei 2016

"Terlahir Untuk Jadi Bintang"

     Nama Kenta Maeda bisa dibilang fenomenal banget di Jepang. Setelah sukses sama Hiroshima Carp, sekarang ia lagi jadi incaran banyak klub besar Major League Baseball kayak Arizona Diamondbacks dan LA Dodgers. Kayak apa sih kiprah pemain yang punya panggilan Maeken itu?


     Pemain kelahiran Tadaoka, Osaka itu memulai debut profesionalnya bersama Carp pada tahun 2008. Sebelumnya, selama semusim ia gabung di tim kedua Carp di Minor League. Tapi karena berhasil tampil impresif dengan bikin 3.20 ERA dari 109.2 innings, Maeda pun langsung dibajak ke tim utama Carp.

     Kariernya bareng Carp makin mentereng pada tahun 2009 ketika pemain veteran Ken Takahashi hijrah ke Mets. Ia ditunjuk sebagai suksesor sang senior. Sayangnya, catatan permainannya kurang meyakinkan karena Maeda cuma ngumpulin delapan kemenangan dan 14 kali kekalahan, tapi kalau ditinjau dari skill, permainan Maeda mengalami peningkatan pesat.

    Baru deh tahun 2010, Maeda sukses ngebuktiin kalau dirinya bisa bintang baru Carp. Karier spektakulernya berawal dari sini. Dengan 15 kemenangan, 2.21 ERA dan 174 strikeouts, Maeda berhasil nyabet berbagai penghargaan bergengsi Eiji Sawamura Award.

     Nggak cuma itu aja, ia juga jadi pemain pertama dari Central League yang berhasil menangin gelar bergengsi tersebut sejak 2004 setelah Kenshin Kawakami. Trofi Best Nine Award dan Golden Glove Awards pun berhasil dibawa pulang. Terus, ia juga dinobatin sebagai pemain termuda yang sukses menyabet tiga gelar bergengsi dalam setahun. Dari segi finansial pun Maeda diganjar predikat pemain Carp tercepat yang meraih pendapatan 100 juta yen. Keren!

     Karier Maeda makin mengkilap ketika pada tahun 2013 ia terpilih sebagai salah satu personel Jepang yang berlaga dalam World Baseball Classic. Ia bergabung dengan para pemain peraih gelar Eiji Sawamura Award kayak Toshiya Sugiuchi (2005), Hideaki Wakui (2009), Masahiro Tanaka (2011,2013) dan Tadashi Settsu (2012).

     Karena WBC inilah wawasan Maeda soal baseball dunia terbuka. Maeda mulai berani bermimpi untuk bisa jadi salah satu pemain MLB suatu saat nanti.

    “Aku cuma tahu baseball Jepang aja. Aku sangat senang bisa menghadapi para pemain MLB di stadion MLB. Akan sangat menyenangkan kalau aku bisa berkarier di luar negera karena WBC,” ceritanya saat itu.

Sumber : pakpok.com

#Respect
#SoftballLife
#BaseballLife

"Ini Nih Alasan Dibalik Nama Lapangan Hasjrul Harahap"


    Lapangan Softball Baseball Pintu 1 Senayan sekarang-sekarang ini kerap disebut dengan Lapangan Hasjrul Harahap. Namun, siapakah Bapak Hasjrul Harahap ini?

     Ir. Hasjrul Mustafa Kemaludin Harahap adalah Mantan Menteri Kehutanan Indonesia pada periode 1988 – 1993 pada Kabinet Pembangunan V yang di tanggal 8 Februari 2015 lalu meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya.

     Ternyata Alm. Hasjrul Harahap pernah menjabat sebagai ketua PB dan membawa kemajuan pesat untuk olahraga Baseball dan Softball pada jamannya dan hampir semua program berjalan dengan baik. Tak lama setelah meninggalnya Bapak Hasjrul Harahap, Sejken PB Arief Hardono secara resmi mengumumkan bahwa Lapangan Baseball Softball Pintu 1 Senayan berubah menjadi Lapangan Hasjrul Harahap sebagai apresiasi dan penghargaan atas sumbangsih almarhum.

Sumber : pakpok.com

#Respect
#SoftballLife
#BaseballLife

"Indonesia Little League 2016: Nothing’s Can Slow Us Down"

     Semangat calon atlet-atlet besar Indonesia ternyata masih membara di ILL hari kedua, Selasa, 5 Januari 2016 lalu. Hari itu dibuka dengan duel tim asal Jakarta, yaitu Prambors yang nampak bersinar dengan warna biru dan Garuda yang nampak kalem-kalem berbahaya dengan seragam putih.


     Setelah kejar-kejaran skor dengan cukup sengit, pertandingan big league ini dimenangkan oleh Prambors. Meskipun kalah, Garuda nampaknya nggak feeling blue tuh. Ya namanya juga pertandingan, sob.

    Pada laga lain, giliran wakil Makassar Athirah dan Rusa Hitam dari Bandung yang adu jotos untuk kategori Major di lapangan 1. Rusa Hitam nikmatin banget jalannya pertandingan sampai mereka keasikan bikin 19 run. Sementara Athirah gagal cetak run meski udah main maksimal sepanjang pertandingan.

     Tapi Athiraah masih happy tuh karena mereka tetap bangga bisa jadi satu-satunya wakil Sulawesi Selatan di ILL. Dukungan walikota Makassar, Ramadhan Pomanto juga bikin Athirah tetap semangat untuk bertanding sampai akhir kompetisi.

     Di tengah sengitnya kompetisi, sore hari hujan membasahi lapangan Senayan. Mau nggak mau, laga JJC versus Garuda dari liga senior yang lagi berlangsung saat itu harus ditunda karena kondisi lapangan yang becek. Laga lanjutan pun bakal digelar Minggu, 10 Januari 2016.

Sumber : pakpok.com

#Respect
#SoftballLife
#BaseballLife

"5 Resep Juara Redbull di ILL 2016"

Redbull berhasil pertahanin gelar juara Softball Senior Indonesia Little League 2016. Ngelawan Prambors yang dikenal tangguh, arek-arek Suroboyo menang dengan skor meyakinkan, 15-7.

Eits, ini bukan final mudah lho. Redbull yang sebelumnya ketinggalan, berhasil keluar dari tekanan Prambors terbantu dukungan supporter yang sudah terbang dari Surabaya untuk ngeramein Sabtu, 9 Januari 2016 kemarin.

Sehabis laga, anak-anak Redbulls yang bersahaja nyamperin PakPok untuk berbagi kebahagiannya. Dengan logat Surabaya yang kental mereka cerita soal resep mereka untuk jadi juara ILL.

Apa aja sih? Daripada penasaran, langsung scroll ke bawah ya.

Pelatih dan Official Keren

Anak-anak Redbull sadar betul kalau jadi pemain softball itu hal yang sulit. Beruntung mereka punya pelatih dan official yang selalu ngasih semangat untuk naikin mental. Sebelum bertanding, mereka selalu ngumpul dulu untuk bahas kekurangan masing-masing, setelah itu dievaluasi biar nggak minder dan berbalik jadi kekuatan.

Latihan Tiga Kali Seminggu

Tiga kali dalam seminggu mereka sebisa mungkin ngeluangin waktu untuk latihan sehabis pulang sekolah dan saat weekend. Kalau udah ada jadwal justru menambah semangat anak-anak Redbull sekolah, biar bisa cepet latihan. Selain ngasah kemampuan, mereka sering kongkow bareng tanpa perlu nguras dompet tapi mengasah kekompakan.

Kompak di Luar Lapangan

Selama tiga tahun bareng-bareng, semua pemain udah saling akrab satu sama lain. Nah keakraban ini yang bikin mereka selalu solid di atas lapangan. Karena akrab juga mereka jadi lebih leluasa ngasih saran atau kritik kalau ada temennya yang ngelakuin kesalahan.

Ngasih Hadiah untuk Pemain yang Ulang Tahun

Selain mengharumkan nama Surabaya, Redbull juga kepengin ngasih kado manis untuk pemain yang berulang tahun saat laga final. Mereka adalah Amanda dan Dhea. Kalau dikasih barang sih udah jadi hal biasa bagi mereka. Tapi jauh lebih berkesan kalau hadiah ulang tahunnya adalah gelar juara ILL. Momennya bisa dikenang seumur hidup tuh.

Lagu Iwak Peyek

Ini nih senjata ampuh yang bisa memicu semangat pasukan Redbull, lagu Iwak Peyeknya Trio Macan. Sepanjang pertandingan lagu ini selalu dinyanyiin oleh supporter. Tapi, beberapa lirik sudah dimodifikasi jadi gini nih, ‘Iwak peyek, iwak peyek, iwak peyek nasi jagung. Sampe tuek, kakek nenek, Redbull jaya tetap di sanjung.’ Ikut nyanyi yuk, guys.

Sumber : pakpok.com

#Respect
#SoftballLife
#BaseballLife

"Rusa Hitam: The Best Sweet Revenge"

Minggu, 10 Januari 2016, mommy-mommy cantik dan anak gaul Jakarta sudah memenuhi deretan kursi tribun penonton Lapangan 2 pintu 2 Senayan sejak pagi hari. Mereka rela bangun dari subuh biar nggak terlewat menyaksikan pertandingan final Indonesia Little League antara Rusa Hitam versus Radjawali dari senior league yang dimulai pukul 08.00 WIB.

Tabuhan drum dan yel-yel semangat ikut mewarnai wajah pagi Senayan yang bebas polusi. Sementara di lapangan, 18 dedek-dedek sporty bertarung sengit ngerebutin titel juara kompetisi baseball softball paling bergengsi di Indonesia.

Dari inning pertama, kedua tim udah nunjukin permainan ngotot. Maklum, tahun lalu keduanya pernah bertemu juga di final. Rusa Hitam yang saat itu kalah dari Radjawali nggak mau lagi dipermalukan kedua kalinya. Rusa Hitam mengusung misi balas dendam dan bertekad pulang ke Bandung dengan kemenangan.

Tapi kenyataannya, Radjawali masih jadi lawan tangguh untuk mereka. Kontingen asal Jakarta itu sekuat tenaga pertahanin gelar juara biar nggak direbut sang rival. Kerjasama solid antar pemain bikin Radjawali menguasai pertandingan dengan skor 7-5 sampai inning kelima.

Ketinggalan dua run bikin Rusa Hitam ambil tindakan. Mereka mengubah strategi penyerangan dan bermain lebih tenang. Ekspresi penuh semangat pun terpampang jelas di wajah para jajaka Bandung. Hasilnya, tim yang sering latihan di lapangan Lodaya itu sukses cetak tiga run dan berbalik unggul atas lawannya.

Penampilan konsisten itu terus ditunjukin Rusa Hitam sampai akhir pertandingan. Mereka pun sukses menuntaskan balas dendam kepada Radjawali dengan kemenangan tipis 10-8 sekaligus menjadi gelar pertama di ILL. Kira-kira apa ya kunci sukses Rusa Hitam bisa ngalahin Radjawali?

“Kami belajar dari kekalahan tahun lalu. Makanya habis itu kita latihan terus untuk perbaiki kesalahan. Kalau dulu kami nggak fokus di inning terakhir, sekarang mainnya lebih tenang dan rileks,” kata pemain Rusa Hitam, Lutfi Budiman.

Sumber : pakpok.com

#Respect
#SoftballLife
#BaseballLife

"Indonesia Little League 2016: Lorenz Banten Jadi Juara Berkat Guardian Angel"

     Berapa lama sih biasanya sebuah tim ngelakuin persiapan untuk turnamen baseball softball? Kalau tim lain sih bisa jadi ngabisin waktu berbulan-bulan. Tapi tim baseball wakil Banten, Lorenz, ternyata cuma butuh waktu dua hari aja buat siap-siap di Indonesia Little League 2016 yang baru selesai digelar 10 Januari lalu. Bayangin sob, dua hari aja!

    Yep, ini bermula karena Lorenz nggak punya pelatih padahal turnamen ILL 2016 udah di depan mata. Kondisi ini bikin pasukan Lorenz sempet susah tidur jelang pertandingan. Sampai akhirnya, kekhawatiran mereka sirna berkat kehadiran coach Toar Albert Taulu yang tiba-tiba muncul di tengah kegalauan.

    Hanya dalam dua hari, sentuhan badai  coach Toar yang dipertemukan dengan semangat berapi-api Lorenz menelorkan gelar juara juara ILL 2016 kategori baseball junior. Lapangan 1 Senayan Pintu 3 jadi saksi keberhasilan Lorenz ngalahin Garuda dengan skor 15-8. Coach Toar ini nampaknya semacam guardian angel yang dikirim untuk menjawab doa-doa umatnya yang berusaha gigih.. Ciye, kayak di film-film gitu ya.

    Satu tim Lorenz sempet nggak nyangka bisa jadi juara. Maklum, dengan persiapan super minim pake galau, sebenernya mereka nothing to lose aja bertanding di ILL. “Awalnya pesimistis banget karena baru dapet pelatih dua hari jelang kompetisi. Persiapannya mepet banget. Tapi untung sih ada Coach Toar jadi kita bisa main santai di atas lapangan. Kami nggak nyangka bisa menang,” cerita salah satu pemain, Arthur D Hamdani ke PakPok.

    Walaupun bangga jadi juara dengan pelatih dadakan, Lorenz nggak mau kondisi kayak gini terulang lagi tahun depan. Maunya sih, mereka tetap dilatih sama Coach Toar sampai seterusnya.

Sumber : pakpok.com

#Respect
#SoftballLife
#BaseballLife

"Ini Nih Klub-klub Baseball Paling Dermawan, Bisa Jadi Inspirasi"


     Ibarat gula dan semut, baseball dan charity event jadi dua hal yang nggak bisa dipisahin. Kok bisa? Selain berkompetisi di liga untuk jadi pemenang, klub-klub baseball ternyata ikut aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Tujuannya, selain ngenalin baseball ke berbagai lapisan, mereka juga mau ngemajuin bidang lain di luar olahraga kayak kesehatan, pendidikan, dan lainnya.


    Nah, setelah PakPok telusuri lebih dalam, ternyata ada dua klub paling dermawan kegiatan sosial. Keduanya kompakan berasal dari Major League Baseball. Klub apa aja? Bahas satu-satu yuk.


     Klub pertama adalah New York Yankees. Jadi klub yang paling kesohor di MLB nggak bikin Yankees jemawa dan pelit dalam ngeluarin uang. Pengoleksi 27 gelar World Series itu justru malah dikenal sebagai klub baseball paling dermawan di Amerika Serikat. Nggak percaya?

     Yankees pernah donasiin sumbangan sebesar 750 ribu dollar untuk korban badai Sandy di New York, 2012 silam. Dana itu dialokasiin untuk Palang Merah Amerika, regu penyelamat, bank makanan New York sampai Little League lokal.

     Untuk kegiatan berkelanjutan, Yankees juga bekerjasama dengan Legend Hospitality di New York bikin program The Healthy Home Plate yang rutin digelar di Yankee Stadium dengan nyediain makanan sehat untuk anak 12 sampai 15 tahun. Yankees punya filosofi kalau kesuksesan seseorang di masa mendatang ditentuin dari asupan makanannya dari kecil.

     Klub kedua juga berasa dari New York. Tebak apa? Yep, New York Mets! Klub yang identik sama warna orange dan biru itu punya banyak kegiatan sosial yang udah masuk agenda rutin kayak Power Lunch di sekolah P.S 92 di Corona dengan kegiatan bagi-bagi makanan dan buku setiap minggu dari November sampai Mei.

     Ada juga program Amazin’ City yang ngajak anak-anak muda New York untuk mencintai museum juga Military Softball Classic, kompetisi softball yang diikuti angkatan darat, laut dan udara.


     Nggak hanya klub MLB aja yang aktif dalam charity event, klub baseball softball dari Jakarta, Garuda juga wajib masuk list. Baru-baru ini, Garuda ngundang 20 adik-adik penderita kanker dari Yayasan Sahabat Bangsal Anak atau Saba untuk ikut ngerayain kebahagiaan setelah pergelaran Indonesia Little League 2016.

     Garuda ngajak adik-adik Saba untuk have fun dengan latihan baseball bareng yang diselingi permainan seru di Lapangan 1 Senayan Pintu 3. Ada yang belajar jadi pitcher, bahkan ada juga yang nyobain jadi catcher. Kegiatan sosial ini selalu digelar tiap dua tahun sekali biar Garuda makin sukses di kompetisi baseball softball Indonesia.

Sumber : pakpok.com

#Respect
#SoftballLife
#BaseballLife