Rabu, 01 Juni 2016

"Habiskan Waktu Untuk Bermain Softball"


     Banyak keuntungan yang didapat ketika menggemari suatu olahraga. Itulah yang dirasakan Charissa Nuraini Hidayat (17), putri dosen Institut Pertanian Bogor (IPB). Sudah setahun ini, ia menyukai softball dan mencetak berbagai prestasi bersama timnya.


     Sejak kecil, gadis yang akrab disapa Charissa ini tak punya dasar olahraga. Saat memasuki SMAN 1 Bogor, barulah Charissa tertarik dengan olahraga asal Amerika Serikat tersebut. Menurutnya, olahraga softball itu unik lantaran belum banyak diekspos di Indonesia. Dengan alasan itulah, Charissa merasa penasaran hingga akhirnya masuk ekstrakurikuler softball di sekolahnya. “Aku itu sebelumnya nggak punya prestasi olahraga apa-apa. Cuma pas di sekolah lihat softball kok kayaknya unik. Jadi pengen coba, eh nggak tahunya seru,” kata gadis berhijab ini.

     Bagi Charissa, setahun berlatih ternyata sudah lebih dari cukup. Sebab, kini ia dipercaya menjadi kapten tim softball wanita SMAN 1 Bogor. Tak hanya itu, ia juga sudah membawa timnya mencetak berbagai prestasi, seperti BI Cup, Siluet dan Madania. Semua turnamen pelajar itu tingkat nasional.

    “Terakhir ini, kita juara 2 di Siluet Cup. Kalau turnamen yang di Bogor sih kami sering menang. Cuma kalau sudah tingkat nasional, karena persaingannya ketat, jadi kita belum bisa mencetak prestasi,” kata gadis kelahiran 2 Januari 1999 ini.

     Untuk mendalami olahraga ini, Charissa mengaku sering cedera. Mulai dari cedera otot hingga pendarahan hidung karena terkena bola. Belum lagi masalah personal antarpemain yang kerap kali muncul. Semuanya itu disikapi Charissa sebagai risiko dan tantangan tersendiri dalam softball.

    “Dukanya itu capek banget, sering cedera juga. Udah gitu, karena kita kerja tim, jadi suka ada yang salah paham terus tersinggung. Tapi terlepas dari itu semua, softball seru banget,” lanjutnya. Untuk mengasah kemampuannya, Charissa dan timnya juga rutin berlatih tiga kali seminggu.

    Saat ditanya soal bidang akademik, Charissa tidak merasa terganggu. Yang penting bisa membagi waktu antara pendidikan dan hobi. Sedangkan sang ayah, Purnama Hidayat, tak pernah membatasi keinginan Charissa untuk bermain softball. Purnama pun selalu mendukung kegiatan anaknya.

Sumber : metropolitan.id

#Respect
#SoftballLife
#BaseballLife 

"Raih Emas, Softball Jatim ke PON"

Raih Emas, Softball Jatim ke PON

     Prestasi apik diberikan tim softball Jatim pada ajang Pra-PON di tengah kisruh Pengprov Perserikatan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi). Tim softball Jatim putra berhasil menggondol medali emas dan berhak lolos ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat mendatang.
 
     Selama persiapan atau latihan tak ada anggaran yang dikucurkan dari Pengprov Perbasasi. Bahkan saat mengikuti pertandingan dana yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan atlet selama berada di Jakarta juga tidak ada.
 
     Pelatih softball putra Jatim Djuhari mengakui sangat berat membawa tim dengan adanya konflik internal di pengprov. Selain berdampak pada mental atlet juga berimbas pada pendanaan selama masa persiapan hingga pertandingan di Pra-PON yang berakhir 20 September lalu. 
 
    "Selama ini saya hanya minta kepada atlet untuk fokus untuk Pra-PON dan tidak memikirkan masalah lain," katanya, Minggu (27/9).
 
    "Semua peralatan dari atlet, tapi untungnya ada donatur yang peduli pada softball Jatim dan mau memberikan dana selama masa persiapan hingga bertanding di Jakarta," imbuhnya seraya menutup rapat nama donatur yang dimaksud.
 
     Lebih merana lagi tak ada anggota monitoring dan evaluasi (Monev) dari KONI Jatim yang melihat perjuangan para atlet. Djuhari mengaku tidak tahu. Karena selama latihan tak satupun pengurus dari KONI Jatim yang memantau. 
 
    "Saya tidak tahu siapa monev softball, bahkan saat pertandingan tak ada anggota monev yang hadir," katanya.
 
    Meski demikian, dia berharap konflik yang ada di tubuh Perbasasi Jatim harus segera di selesaikan, karena tim softball berambisi untuk bisa meneruskan prestasi dengan meraih emas di PON 2016. 
 
    "Organisasi Perbasasi memang karut marut, tapi saya minta pengurus harus memperhatikan atletnya dan saya berharap konflik ini bisa selesai sebelum PON, biar tidak mempengaruhi persiapan tim," harap Djuhari.

    Congratsss Jatim, semangatt teruss, God Bless Us :)

Sumber : beritametro.co.id

#Respect
#SoftballLife
#BaseballLife 

"Baseball DIY Enggan Berpangku Tangan"

ilustrasi (arthursclipart.org)

    Tim baseball DIY menyatakan siap untuk mencukupi kebutuhan secara mandiri segala keperluan akomodasi untuk bertanding dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat, 2016.

     Hal itu terjadi lantaran baseball hanya bisa finish di peringkat keenam dalam ajang kualifikasi Pra PON, September lalu. Sementara keputusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY hanya akan membiayai tim yang bisa menembus peringkat empat besar.

    Pelatih Baseball DIY Pradita Satya Ananda mengaku tidak akan terlalu berpangku tangan pada bantuan KONI dalam mencukupi kebutuhan akomodasi saat PON.

    “Perjuangan kami sudah maksimal dengan menempati urutan enam besar dan beruntung masih bisa lolos ke PON. Dengan begitu kami mungkin tidak mendapatkan bantuan dari KONI. Tapi kami siap untuk mencukupi kebutuhan sendiri,” ujar Pradipta kepada Harianjogja.com, Kamis (15/10/2015).

    Beruntungnya, lanjut dia, pelaksanaan PON 2016 mendatang bertempat di Jawa Barat. Dengan begitu efisiensi kebutuhan banyak yang bisa dihemat.

   “Jogja ke Bandung kan dekat, bisa ditempuh dengan transportasi darat sehingga pengeluaran untuk transportasi bisa dihemat. Nanti kami coba akali lagi untuk menekan biaya yang lain,” katanya.

    Kendati begitu, dia tetap yakin para atletnya tetap memiliki semangat juang tinggi untuk meraih prestasi membanggakan. Pradipta sudah memberikan motivasi agar para atlet mengutamakan perolehan prestasi daripada memburu materi.

Sumber : solopos.com
 
#Respect
#SoftballLife
#BaseballLife 

"Menyaksikan Diplomasi "Baseball" Obama-Castro di Stadion Latinoamericano"



    Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan koleganya Presiden Kuba Raul Castro duduk bersebelahan saat menyaksikan pertandingan baseball antara tim nasional Kuba melawan klum major league, Tampa Bay Rays, di Havana, Selasa (23/3/2016).

     Keduanya terlihat santai, tanpa balutan dasi dan sama-sama memakai sunglasses.  Terlihat, Obama dan Castro yang duduk di kursi utama stadion Latinoamericano tertawa bersama diselingi perbincangan kecil.

    Sebuah langkah diplomasi "baseball" yang menandai berakhirnya perang dingin antara kedua negara yang telah berlangsung selama beberapa dekade terakhir. 

    Seperti yang telah diberitakan, Obama menjadi Presiden AS pertama yang kembali datang ke negara komunis itu sejak 88 tahun terakhir. 

    Tak main-main, Pemerintah Kuba pun dilaporkan telah membenahi tampilan stadion itu demi menyambut kedatangan Obama dalam pertandingan khusus tersebut.

   Hal itu tentu menandai adanya kesamaan antara kedua negara, setidaknya dalam hal baseball. Meskipun keduanya terpisah dalam pandangan politik. 

   Selama ini, sebagian besar warga amerika latin termasuk Kuba dan wilayah Kepulauan Karibia dikenal sebagai pecinta olahraga khas Amerika, termasuk baseball. Mereka pun menjadikan AS sebagai kiblat olahraga mereka. 

    Bahkan, ada kabar burung yang menyebut pemimpin revolusi Kuba Fidel Castro pernah mencoba untuk bermain di tim profesional AS di tahun 1940-an. Sekali pun jika cerita ini tidak benar, namun dipastikan Fidel Castro adalah penggemar berat baseball. 

    Acara nonton bareng pertandingan baseball yang dihadiri Obama dan Castro memang telah dijadwalkan dalam rangkaian acara Presiden AS yang melakukan kunjungan tiga hari di Havana.

   Sebelum pertandingan digelar, dilakukan hening cipta untuk menghormati para korban serangan bom di Kota Brussels, Belgia. Pertandingan itu dimenangkan tim Rays dengan skor 4-1.

Sumber : http://internasional.kompas.com/read/2016/03/23/12000041/Menyaksikan.Diplomasi.Baseball.Obama-Castro.di.Stadion.Latinoamericano. 

#Respect
#SoftballLife
#BaseballLife

"Baseball Antar Owen ke Amerika"

    

Baseball Antar Owen ke Amerika
     "Man jadda wajada", ungkapan dalam bahasa Arab ini berarti siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil atau sukses. Sesuatu yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, akan membuahkan hasil sesuai dengan harapan, bahkan lebih dari yang diharapkan.

     Hal itulah yang berlaku pada Owen. Siswa kelahiran Pekanbaru, 28 Agustus 2000 ini, merupakan anak kedua dari pasangan Soni dan Mery. Kini, Owen duduk di bangku Kelas X SMA Darma Yudha Pekanbaru. Selama menuntut ilmu di sekokah itu, Owen juga menjalani hobinya yakni softball dan baseball.

     Owen menyukai baseball sejak kecil, dan ia terus latihan dengan sungguh-sungguh. Walau baseball jarang diminati orang di Riau, namun Owen tak patah semangat. Ia latihan dan latihan, sehingga ia masuk tim baseball SMA Darma Yudha. Saat di sekolah inilah ia berhasil meraih berbagai prestasi, bahkan membawa Owen sampai ke Amerika Serikat.

    "Hobi saya softball dan baseball, dan saya sudak suka kedua olahraga ini sejak kecil, dan saya sungguh-sungguh latihan kedua olahraga ini dan akhirnya olahraga ini membawa saya sampai ke pertandingan internasional di Amerika," ungkap Owen.

     Walaupun Owen sukses dalam bidang olahraga, namun Owen bercita-cita ingin menjadi pengusaha. Ia ingin menjadi pengusaha, karena melihat potensi dan peluang usaha di Indonesia khususnya di Pekanbaru sangat bagus.

     "Potensi usaha di Pekanbaru bagus, maka saya memilih untuk menjadi pengusaha. Namun, saya ingin tetap bermain softball atau baseball , dan tidak akan saya tinggalkan," tutur Owen.

      Prestasi yang berhasil diraih Owen yakni, masuk Tim Baseball Nasional U-14 Indonesia dan bertanding pada Continental Cup International Youth Sports Festival Baseball Cup 14U Cleveland USA, bersama tim SMA Darma Yudha ia berhasil meraih juara 1 pada Kejuaraan Daerah Softball Provinsi Riau 2014, ikut dalam turnamen Pelajar XV Seri B 2015 di Jakarta, turnamen Pelajar XV Seri B 2014 di Jakarta, dan lomba PMR Sekolah se Riau.
 
Sumber : http://pekanbaru.tribunnews.com/2016/03/17/baseball-antar-owen-ke-amerika?page=1

#Respect
#SoftballLife
#BaseballLife

"Manga Baseball Ace of Diamond Siap Terbit di Indonesia"

Ace of Diamond, manga bertema olahraga baseball. (anime2enjoy.com)
     Penerbit buku Elex Media Komputindo mengumumkan pada Jumat (11/12/2015) lalu bahwa pihaknya akan menerbitkan manga baseball Ace of Diamond (Daiya no A) karangan Yuji Terajima di Indonesia.

     Kabar yang diumumkan melalui akun Facebook Elex Media itu tentu sangat membahagiakan bagi para pecinta manga di tanah air. Pasalnya, Ace of Diamond telah meraih cukup banyak penghargaan.
 
     Ace of Diamond diketahui merupakan salah satu manga peraih Shogakukan Manga Awards pada tahun 2008 dan juga pemenang Kodansha Manga Award pada tahun 2010.

    Disampaikan juga bahwa volume pertama manga ini akan dirilis pada 23 Desember 2015 mendatang. Elex Media sendiri telah mengumumkan bahwa mereka telah memegang lisensinya sejak Oktober 2015.
     
     Kisah manga Ace of Diamond dimulai dengan Eijun Sawamura, seorang pitcher yang bergabung ke sat sekolah elit di mana terdapat seorang catcher jenius bernama Kazuya Miyuki.

     Bersama dengan seluruh timnya, mereka lalu berusaha untuk maju ke tingkat kejuaraan Koshien Jepang melalui kerja keras dan tekad yang tinggi.
    Yuji Terajima merilis manga ini pertama kali melalui Weekly Shonen Magazine terbitan Kodansha pada tahun 2006. Kodansha menerbitkan volume akhir manga yang ke-47 di Jepang pada 17 Agustus 2015.
Ace of Diamond juga telah diadaptasi menjadi anime televisi sebanyak 75 episode yang mengudara perdana pada Oktober 2013. Musim kedua anime masih berjalan sejak 6 April 2015. 

Sumber : http://showbiz.liputan6.com/read/2388308/manga-baseball-ace-of-diamond-siap-terbit-di-indonesia

#Respect
#SoftballLife
#BaseballLife

"Bisbol Lampung Kandaskan National University"

     TIM Bisbol Lampung mengandaskan perlawanan National University Baseball Team dengan skor ketat 14-10 pada pertandingan tryout di Marikina Sport Center, Manila, Filipina, Jumat (27/5/2016). Diasuh pelatih tim nasional bisbol Filipina, Willfredo Hidalgo Jr, para pemain National University sempat membuat kewalahan Ranjani dkk pada laga yang berlangsung 9 inning tersebut. 

     Di inning I, Tim Bisbol Lampung tertinggal 0-2, tetapi mampu menyamakan skor 2-2 di inning II. Di inning III skor kedua tim berbagi angka 4-4 dan di inning IV, Lampung unggul menjadi 6-4. Di inning V, para pemain National University membalikkan kedudukan menjadi 6-7. Namun, Lampung kembali unggul di inning VI dengan skor 9-7.

     Pada inning VII, perolehan angka Muharom dkk makin menjauh menjadi 12-8. Tim tuan rumah gagal mengejar ketertinggalan, setelah di dua inning tersisa masing-masing hanya meraih tambahan satu poin. Laga berakhir untuk kemenangan tim bisbol Lampung 14-10.

     Willfredo menilai kemampuan para pemain Lampung secara keseluruhan cukup baik. "This team is very good. The general they smart. Running, catching, pitching is good," kata Willfredo usai pertandingan, Jumat (27/5/2016).

     Sementara itu, Manager Tim Bisbol Lampung, Arief Sangajie, mengatakan pada awal laga para pemain memang sempat kehilangan angka karena masih beradaptasi dengan lapangan. Namun, di inning berikutnya, meskipun perolehan angka terjadi sangat ketat, para pemain bisa menguasai jalannya pertandingan dan akhirnya bisa meraih kemenangan. "Pertandingan ini cukup ketat. Beruntung anak-anak dengan cepat beradaptasi dan memenangkan pertandingan," kata Arief.

     Menurut dia, dari hasil pertandingan tersebut, evaluasi yang akan dilakukan kepada para pemain untuk menghadapi dua laga berikutnya, yakni dalam hal pukulan dan ofensif. "Terutama pukulan yang terlihat masih harus dibenahi."

     Ketua Harian Pengprov Perserikatan Bisbol dan Sofbol Amatir Seluruh Indonesia (Perbasasi) Lampung, Marindo Kurniawan, mengaku senang tim Lampung bisa meraih kemenangan di laga perdana tersebut.

    Tim Bisbol Lampung akan kembali melakoni laga tryout melawan University Of Philippine dan Korean Baseball Club Manila Based, Sabtu (28/5/2016).

Sumber :  http://lampost.co/berita/bisbol-lampung-kandaskan-national-university

#Respect
#SoftballLife
#BaseballLife